Pekerjaan Remote bag 2

pekerjaan remote

Melanjutkan pembahasan kemarin tentang Pekerjaan Remote bag 1Remote Working )

Kali ini kita akan membahas secara detail step step Pekerjaan Remote ( Remote Working )

oke langsung kita bahas

Apakah kamu siap mental untuk Pekerjaan Remote ( Remote Working ) ?

Selama 3 tahun di Scrapinghub, sudah ada beberapa rekan mengundurkan diri karena kangen suasana ngantor dimana mereka bisa ketemu dan berinteraksi dengan kolega.

Sebagai introvert, saya sampai sekarang masih sangat menikmati kesempatan menghabiskan waktu sendirian.

Tapi saya harus mengakui ada “pergeseran jati diri” setelah bekerja remote selama 6+ tahun. Awalnya saya sangat menikmati sekali dan bahkan pernah sebulan tidak keluar rumah. Sekarang saya tidak betah di rumah. Begitu ada hari dimana tidak ada jadwal meeting atau call, saya pasti usahakan nongkrong ke kafe atau coworking space.

beda orang tentu beda preferensi dan strategi, tapi ini harus dipertimbangkan

Satu efek yang membuat saya cukup kaget adalah penurunan kemampuan verbal, sosial, dan kemampuan berbahasa Indonesia.

Meski ketika saya bekerja di perusahaan lokal itu saya berkomunikasi via YM dan email dalam bahasa Indonesia, kemampuan berbicara secara lisan itu terasa menurun. Dan ada masa waktu saya habis untuk pekerjaan sehingga jam terbang “ngobrol” benar-benar tidak terasah.

Dan sejak saya bekerja di Scrapinghub, saya merasa tidak nyaman ketika keceplosan berbicara dalam frase dan istilah Bahasa Inggris ketika bercakap-cakap dengan teman-teman Indonesia. Takut dianggap sok Inggris gitu lho. Karena memang 95% interaksi sehari-hari saya dalam Bahasa Inggris. Berpikir, menulis, ngomong, ya Inggris. Jadi benar-benar refleks.

Kemampuan apa yang harus diasah untuk Pekerjaan remote ( Remote Working )?

Pada dasarnya, hanya ada tiga kemampuan yang harus diasah untuk dapat pekerjaan remote, tidak peduli apapun job desc dan role-mu:

  1. Empati dan komunikasi. Kalau kamu punya empati, kamu akan paham cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi yang baik adalah memastikan pesan diterima dengan benar, tidak cukup sekedar menyampaikan dengan cara yang menurutmu sudah oke.
  2. Memecahkan masalah. Bekerja secara jarak jauh berarti kamu akan memiliki keterbatasan dalam bertanya dengan rekan kerja, tidak semudah menoleh dan bertanya “cuy ini kenapa ya?”. Memiliki kemampuan problem solving dan mencari jawaban secara mandiri akan sangat berharga. Asking good questions.
  3. Disiplin atau passion. Yup, tanpa disiplin juga bisa , bagaimana caranya? Ya dengan sangat-sangat menikmati pekerjaan, jadi tidak terasa seperti bekerja tapi seperti menyelesaikan puzzle, tantangan. ini biasanya pas debugging hehehe.
  4. Oke sebenarnya ada satu lagi yang penting apalagi kalau kamu berminat melamar ke perusahaan luar. Yaitu bahasa Inggris. Tidak perlu minder kalau memang tidak fasih atau terbiasa berkomunikasi secara verbal. Tapi sebisa mungkin asahlah komunikasi non verbal, baik baca maupun tulis. Orang tidak akan mempermasalahkan tata bahasa, asal jelas SPO dan maksud tujuannya. Latihan terus, jangan malu. Pasti ada hasilnya. Nyebur saja, malu tidak akan mati (atau dipecat) kok.
Peralatan apa yang sebaiknya kamu siapkan untuk bekerja secara remote?
  • Tempat bekerja yang stabil dan nyaman. Supaya tidak mengalami kejadian seperti ini ya gaes 😄.
  • Koneksi internet yang dapat diandalkan. Saya pribadi menggunakan FirstMedia dan modem 4G sebagai backup (HaloFit dan Tri).Audio output: earphone / headset yang nyaman. Saya menggunakan Earkube 2.0, cukup tahan banting dan saya suka karakter suaranya.
  • Audio input: microphone yang jernih. Saya baru mencoba menggunakan bluetooth Plantronics Edge yang memiliki background noice cancellation kalau saya butuh bekerja di luar rumah. Microphone built in di laptop sudah cukup kalau ruang kerja termasuk tenang.
  • Video: Kamera dan penerangan yang cukup. Saya menggunakan web cam built in di Macbook Pro 2015.
  • Botol air yang besar supaya tidak kurang minum.
  • Monitor yang nyaman di mata dan memudahkan bekerja. Saya sempat mencoba bekerja dengan multi monitor tapi akhirnya lebih efektif dengan satu monitor laptop saja, cukup strategi multiple Desktop untuk mengelompokkan project tertentu.
  • Security. VPN, drive encryption, 2FA
Software apa yang sebaiknya saya pelajari dan siapkan untuk mendukung pekerjaan remote ( Remote Working )?
    • Version control: git / svn / SourceSafe
    • Communication: Slack, Email
    • Conferencing: Google Meet / Hangout, Skype, GoToMeeting
    • Collaboration: Google Docs
    • Management: Jira, Redmine, Trello, Asana
    • Shared calendars: iCal, Google Calendar
Bagaimana cara mendapatkan pekerjaan remote ?

Nah mungkin ini yang paling bikin penasaran ya sejauh ini?

Pada dasarnya, sama saja dengan cara mendapatkan pekerjaan di perusahaan manapun. Pertama, kamu harus punya kemampuan yang dicari perusahaan tersebut. Kedua, kamu harus bisa menyampaikan mengapa kamu orang yang sesuai untuk pekerjaan / role tersebut. Lalu ketiga, kamu harus tahu dimana dapat menemukan lowongan yang remote-friendly.

Langkah-langkah:

    1. Kenali diri. Tentukan kemampuan apa yang dapat kamu tawarkan. Apakah kamu fokus di mobile development? Android? iOS? Front end? UI? UX? Back end? Data engineering?
    2. Siapkan portfolio untuk dipresentasikan. Letakkanlah hasil karya dan resume-mu secara online supaya dapat diakses. Tergantung dari area fokusmu, ini bisa jadi berupa kontribusi open source, Github repositories, profil StackOverflow, portfolio design di Behance, atau studi kasus di situs pribadimu.
    3. Temukan lowongan dan kesempatan yang menarik. Saya cantumkan beberapa situs dan akun yang menyediakan informasi lowongan remote-friendly di bawah ini.
    4. Masukkan lamaran. Satu hal mengenai lamaran. Bagaimana cara untuk bisa di-notice? Langkah pertama paling penting adalah buatlah resume yang relevan. Jangan pernah meng-copy paste satu surat lamaran dan broadcast ke semua perusahaan. Apalagi lupa mengganti nama perusahaan atau justru meng-CC semua perusahaan tersebut di emailmu. Ini “dosa” yang sayangnya masih sering saya lihat beberapa kali terjadi.
    5. Siapkan interview. Berlatihlah menceritakan apa yang telah kamu capai dan pelajari dari pengalaman kerjamu sebelumnya. Tulis saja dulu kalau takut lupa atau salah. Sebaiknya mencakup:
    • Pengalaman yang relevan dengan lowongan tersebut.
    • Bagaimana kamu memecahkan sebuah masalah, langkah-langkah yang kamu ambil, alur pikiranmu ketika mencari solusi.
    • Hasil nyata apa yang kamu capai dalam angka. Misal di pekerjaan sebelumnya melakukan optimasi database sehingga waktu query turun dari 1 detik menjadi 10% saja.
Kesempatan remote working di perusahaan luar

Daftar situs dan directory online yang mencantumkan lowongan remote:

Situs web

Akun Twitter

List

Kesempatan kerja remote di perusahaan lokal

Ini relatif lebih sulit karena sayangnya belum banyak perusahaan Indonesia yang siap mengadopsi sistem kerja ini. Bukan sesuatu hal yang mudah untuk sebuah perusahaan untuk mampu mengelola sumber daya manusia dengan sistem remote. Di luar negeri yang infrastrukturnya sudah lebih mature dan budaya kerja yang lebih maju saja hal ini belum menjadi sesuatu yang lazim.

Dua karakter perusahaan yang berpotensi untuk mengadopsi sistem remote working:

    1. Perusahaan dengan basis teknologi akan lebih terbuka dengan konsep kerja jarak jauh karena esensi dari bekerja remote adalah menggantikan beberapa metode kolaborasi dan komunikasi dengan cara digital.
    2. Perusahaan yang baru dirintis, atau istilah kerennya startup. Biasanya “spesies” ini dapat ditemukan di coworking spaces.

Cara paling efektif menurut saya ya bergabunglah dengan komunitas tech lokal dan hadirilah banyak kopdar untuk berkenalan dengan teman-teman developer dan startup. Main-mainlah ke coworking spaces ketika senggang.

Ada juga komunitas Kami Kerja Remote di Facebook yang aktif dan dipenuhi rekan-rekan remote workers dengan kesempatan, tips, dan trik dalam remote working.

Relasi pribadi akan lebih banyak membantu dalam mendapatkan pekerjaan jarak jauh di perusahaan lokal. Tujuanmu adalah membangun reputasi dan trust.

Beberapa daftar komunitas yang menarik dan aktif:

Lain-lain

Bagaimana kalau belum punya pengalaman atau portfolio? Coba, tanya, belajar, kerjakan. Take action. Semua ada prosesnya. Jangan berhenti belajar, bereksperimen, bertanya, mencoba, nikmati, follow your bliss, dan fokus saja untuk memberikan nilai tambah yang positif ke orang lain. Be comfortable being uncomfortable. Momentum creates opportunities.

Memang agak sulit untuk bekerja remote di perusahaan secara fulltime kalau ini pekerjaan pertamamu. Kecuali kamu memulai dari pekerjaan lepas alias freelance.

Semoga panduan yang (ujung-ujungnya jadi) panjang ini bisa membantu teman-teman yang penasaran mengenai metode kerja ini. Baik yang tertarik mencari pekerjaan maupun yang mempertimbangkan untuk mengadopsi metode ini di perusahaan teman-teman sendiri.