Ringkasan Pada Layer Transport

By | May 18, 2019

1. Protokol pada layer transport

TCP

Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di transport layer (baik itu dalam model referensi OSI atau DARPA) yang connection-oriented dan reliable.

Karasteristik TCP sebagai berikut:

      • Berorientasi sambungan (connection-oriented):
        Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination).
      • Full-duplex:
        Untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua host terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk. Dengan menggunakan teknologi lapisan yang lebih rendah yang mendukung full-duplex, maka data pun dapat secara simultan diterima dan dikirim. Header TCP berisi nomor urut (TCP sequence number) dari data yang ditransmisikan dan sebuah acknowledgment dari data yang masuk.
      • Dapat diandalkan (reliable):
        Data yang dikirimkan ke sebuah koneksi TCP akan diurutkan dengan sebuah nomor urut paket dan akan mengharapkan paket positive acknowledgment dari penerima. Jika tidak ada paket Acknowledgment dari penerima, maka segmen TCP (protocol data unit dalam protokol TCP) akan ditransmisikan ulang. Pada pihak penerima, segmen-segmen duplikat akan diabaikan dan segmen-segmen yang datang tidak sesuai dengan urutannya akan diletakkan di belakang untuk mengurutkan segmen-segmen TCP.
      • Byte stream:
        TCP melihat data yang dikirimkan dan diterima melalui dua jalur masuk dan jalur keluar TCP sebagai sebuah byte stream yang berdekatan (kontigu). Nomor urut TCP dan nomor acknowlegment dalam setiap header TCP didefinisikan juga dalam bentuk byte. Meski demikian, TCP tidak mengetahui batasan pesan-pesan di dalam byte stream TCP tersebut. Untuk melakukannya, hal ini diserahkan kepada protokol lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model), yang harus menerjemahkan byte stream TCP ke dalam “bahasa” yang ia pahami.
      • Memiliki layanan flow control:
        Untuk mencegah data terlalu banyak dikirimkan pada satu waktu, yang akhirnya membuat “macet” jaringan internetwork IP, TCP mengimplementasikan layanan flow control yang dimiliki oleh pihak pengirim yang secara terus menerus memantau dan membatasi jumlah data yang dikirimkan pada satu waktu. Untuk mencegah pihak penerima untuk memperoleh data yang tidak dapat disangganya (buffer), TCP juga mengimplementasikan flow control dalam pihak penerima, yang mengindikasikan jumlah buffer yang masih tersedia dalam pihak penerima.
      • Mengirimkan paket secara “one-to-one”:
        hal ini karena memang TCP harus membuat sebuah sirkuit logis antara dua buah protokol lapisan aplikasi agar saling dapat berkomunikasi. TCP tidak menyediakan layanan pengiriman data secara one-to-many.
        TCP umumnya digunakan ketika protokol lapisan aplikasi membutuhkan layanan transfer data yang bersifat andal, yang layanan tersebut tidak dimiliki oleh protokol lapisan aplikasi tersebut. Contoh dari protokol yang menggunakan TCP adalah HTTP dan FTP.
TCP Header

Ukuran dari header TCP adalah bervariasi, yang terdiri atas beberapa field yang ditunjukkan dalam gambar dan tabel berikut. Ukuran TCP header paling kecil (ketika tidak ada tambahan opsi TCP) adalah 20 byte.

UDP

UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol transport layer TCP/IP yang mendukung komunikasi unreliable, connectionless antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.

Karasteristik UDP sebagai berikut:

      • Connectionless (tanpa koneksi):
        Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
      • Unreliable (tidak andal):
        Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masing-masing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
        UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
        UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
UDP Header

Header UDP diwujudkan sebagai sebuah header dengan 4 buah field memiliki ukuran yang tetap.

layer transportsumber : http://smiley-nisa.blogspot.com/2011/01/protokol-pada-layer-transport.html

2. Fungsi Port dan Socket

PORT

Pada sebuah jaringan komputer, baik port fisik maupun port logic, keduanya merupakan jenis port yang digunakan secara bersamaan. Fungsi dari kedua port ini saling berhubungan. Dimana apabila tidak ada salah satu port, maka hubungan dari sebuah jaringan tidak akan dapat terbangun.

Port Fisik pada Jaringan Komputer

Apabila diperhatikan secara fisik, maka port yang digunakan pada sebuah jaringan komputer adalah port pada Ethernet atau LAN Card (baca juga fungsi LAN card). Port fisik ini bertugas untuk membantu kabel agar dapat terhubung dengan jaringan, ataupun terhubung dengan perangkat jaringan yang lainnya.

Port Logik pada Jaringan Komputer

Secara umum ada banyak port logic yang digunakan dalam sebuah jaringan, baik itu jaringan LAN, internet, WAN, jaringan yang menggunakan protocol tertentu dan sebagainya. Pada dasarnya sebuah Port Logic pada jaringan komputer dan juga pada sebuah komputer terdiri dari banyak sekali jenis dan fungsinya. Apabila diurutkan secara runtut, sebuah port logic di dalam komputer dan jaringannya terdiri dari port 0 hingga port 10000.

sumber : https://dunovteck.wordpress.com/2011/10/31/port-dan-soket-pada-komputer/

SOCKET

Socket adalah interface pada jaringan yang menjadi titik komunikasi antarmesin pada Internet Protocol, dan tentunya tanpa komunikasi ini, tidak akan ada pertukaran data dan informasi jaringan. Socket terdiri dari elemen-elemen utama sebagai berikut:

(1)    Protokol.

(2)    Local IP.

(3)    Local Port.

(4)    Remote IP.

(5)    Remote Port.

Komunikasi socket jaringan memang tidak mengenal lelah, pertukaran data terjadi terus-menerus dan memegang peranan vital.

Bayangkan sebuah server game online yang berkomunikasi tanpa henti, dimainkan oleh entah berapa banyak client yang tersebar. Ini merupakan salah satu contoh aplikasi dari sekian banyak aplikasi yang menggunakan socket jaringan untuk saling berkomunikasi dan bertukar data.

sumber : http://akfive.blogspot.com/2013/04/apa-itu-socket-dan-apa-fungsinya-dalam.html?m=1

3. Mekanisme pengiriman data TCP dan UTP

UTP

Segmen-segmen TCP akan dikirimkan sebagai datagram-datagram IP (datagram merupakan satuan protocol data unit pada lapisan internetwork). Sebuah segmen TCP terdiri atas sebuah header dan segmen data (payload), yang dienkapsulasi dengan menggunakan header IP dari protokol IP.

Proses enkapsulasi data protokol TCP/IP: Data aplikasi + header TCP + header IP + header network interface (Ethernet, Token Ring, dll) + trailer network interface
Sebuah segmen dapat berukuran hingga 65495 byte: 216-(ukuran header IP terkecil (20 byte)+ukuran header TCP terkecil (20 byte)). Datagram IP tersebut akan dienkapsulasi lagi dengan menggunakan header protokol network interface (lapisan pertama dalam DARPA Reference Model) menjadi frame lapisan Network Interface.

Di dalam header IP dari sebuah segmen TCP, field Source IP Address diatur menjadi alamat unicast dari sebuah antarmuka host yang mengirimkan segmen TCP yang bersangkutan. Sementara itu, field Destination IP Address juga akan diatur menjadi alamat unicast dari sebuah antarmuka host tertentu yang dituju. Hal ini dikarenakan, protokol TCP hanya mendukung transmisi one-to-one.

UDP

UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmen-segmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit/MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP.
UDP, berbeda dengan TCP yang memiliki satuan paket data yang disebut dengan segmen, melakukan pengepakan terhadap data ke dalam pesan-pesan UDP (UDP Messages). Sebuah pesan UDP berisi header UDP dan akan dikirimkan ke protokol lapisan selanjutnya (lapisan internetwork) setelah mengepaknya menjadi datagram IP. Enkapsulasi terhadap pesan-pesan UDP oleh protokol IP dilakukan dengan menambahkan header IP dengan protokol IP nomor 17 (0x11). Pesan UDP dapat memiliki besar maksimum 65507 byte: 65535 (216)-20 (ukuran terkecil dari header IP)-8 (ukuran dari header UDP) byte. Datagram IP yang dihasilkan dari proses enkapsulasi tersebut, akan dienkapsulasi kembali dengan menggunakan header dan trailer protokol lapisan Network Interface yang digunakan oleh host tersebut.

sumber : http://smiley-nisa.blogspot.com/2011/01/protokol-pada-layer-transport.html

TCP THREE WAY HANDSHAKE

Sebelum masuk ke TCP Three Way Handshake, protokol dalam jaringan seperti kita ketahui digunakan untuk komunikasi data. Dari jenisnya ada berbagai jenis protocol antara lain IP, UDP, dan TCP. Perbedaan mendasar ketiga protocol tersebut adalah masalah reliability-nya. UDP dan IP bersifat connectionless yang artinya tidak ada jaminan dalam pengiriman datanya. Sedangkan TCP bersifat connection oriented yang menjamin keserasian koneksi antara host dan tujuan.

IP dan UDP disini hanya bertugas untuk melakukan routing pada proses pengiriman data dan tidak menjamin pengiriman tersebut. Jika ada paket – paket yang hilang di tengah jalan, IP dan UDP tidak akan bertanggung jawab akan hal tersebut. Dan garansi tersebutlah yang hanya dapat dilakukan oleh TCP. TCP ini menjamin paket – paket data tersebut sampai ke tujuan dengan selamat dan lengkap. Bagaimana cara TCP ini melakukannya? Hal pertama yang dilakukan oleh TCP sebelum proses pengiriman data tersebut adalah menjamin keserasian koneksi antara host dan host tujuan.

Hal – hal tentang terjaminnya keserasian koneksi ini berhubungan dengan flow control (kontrol aliran data) pada saat pengiriman data. Proses untuk “menuju” kepada keserasian itu kita sebut sinkronisasi yang dilakukan oleh host dan host tujuan. Caranya adalah host pengirim akan membuat koneksi (establish connection) dengan host tujuan memastikan bahwa keduanya siap untuk berkomunikasi dan melakukan pertukaran data.

Berikut adalah langkah – langkah Three Way Handshake :

  1. Initiating host (client) mengirim sebuah paket sinkronisasi (SYN flag set) untuk memulai.Ini menandakan bahwa sebuah paket memiliki nilai awal Sequence Number yang valid dalam segmen ini untuk sesi x. Bit SYN pada bagian header menandakan sebuah permintaan koneksi. Bit SYN merupakan bit tunggal pada field code dari header TCP segment. Sequence Number adalah 32 bit field header TCP segment.
  2. Host lain menerima paket, mencatat Sequence Number x dari client, dan merespon dengan sebuah acknowledgment (ACK flag set). Kumpulan bit control ACK menandakan field Acknowledgment Number berisi sebuah nilai acknowledgment yang valid. ACK flag merupakan bit tunggal pada kode field dari header TCP segment dan Acknowledgment Number adalah 32 bit field header TCP segment. Sekali koneksi terbentuk, flag ACK di set untuk semua segment selama sesi. Field acknowledgment number berisi sequence number berikutnya yang diharapkan diterima host ini (x+1). Acknowledgment number x+1 berarti host telah menerima semua byte termasuk x, dan menunggu untuk menerima byte x+1 berikutnya. Host juga mengajukan sebuah return session. Ini termasuk sebuah segment TCP dengan nilai awal sequence numbernya sendiri dari y dan dengan sekumpulan flag SYN.
  3. Initiating host merespon dengan sebuah nilai Acknowledgment number dari y+1, sedangkan nilai dari sequence number host B+1. Ini menandakan bahwa acknowledgment telah diterima sebelumnya dan mengakhiri proses koneksi untuk sesi ini.

sumber : https://pitikpedia.wordpress.com/2015/03/17/tcp-three-way-handshake/

Terminologi acknowledgment

Pengiriman data yang dapat diandalkan (reliable) menjamin keutuhan dari aliran data dari satu mesin ke mesin lain melalui sebuah link data yang fungsional.
Ia menjamin bahwa data tidak akan tergandakan atau hilang. Ini dicapai dengan sesuatu yang disebut Acknowledgment Positif dengan transmisi ulang sebuah teknik yang membuat mesin penerima berkomunikasi dengan mesin pengirim, dengan mengirimkan tanda terima dengan mengirmkan pesan acknowledgment kembali ke penerima ketika ia menerima data. Pengirim mencatat setiap segmen yang dikirimnya dan menunggu acknowledgment-nya sebelum mengirim segmen berikutnya. Ketika ia mengirimkan sebuah segmen, mesin pengirim akan memulai sebuah penghitungan waktu (timer) dan melakukan transmisi ulang jka waktunya habis sebelum acknowledgment dikembalikan oleh penerima data. Pada gambar 1.8, mesin pengirim memindahkan segmen 1, 2, dan 3. mesin penerima mengirmkan tanda terima dan meminta segmen 4. Ketika pengirim menerima acknowledgment, ia mengirimkan segmen 4, 5, dan 6. Jika segmen 5 tidak mencapai tujuan, mesin penerima akan memberitahukan mesin pengirim dengan meminta segmen segmen 5 tersebut untuk dikirim ulang. Mesin pengirim kemudian akan mengirim kembali segmen yang hilang tersebut dan menunggu sebuah acknowledgment, yang harus diterima sebelum ia memulai transmisi segmen 7

Sekian penjelasan dari kami tentang layer transport.

Nama Kelompok :

Nama : Afiffudin Busthomi
NPM   : 06.2017.1.06786

Nama : Geri adam saputra
NPM   : 06.2017.1.06914

Nama : Arizal pratama
NPM   : 06.2017.1.06826

Nama : Aditya Chandra Isdhianto
NPM   : 06.2017.1.06781

Nama : Muntari
NPM   : 06.2017.1.06922